global.pesantren@yahoo.com

AL-MIHRAB:

T A W A D L U’

Oleh: Ustadz Nadzirien

Allah on space       Berkata Syaikh Abdul Qadir al-Jailani ra : “Jika dirimu berjumpa dengan seseorang maka hendaklah engkau melihat keunggulannya dibanding denganmu. Dan katakan (dalam hatimu) bahwa : “Orang itu lebih baik dari  pada aku di mata Allah Swt.”.  Apabila engkau bertemu dengan anak kecil, hendaklah engkau  berkata (dalam hati) dia belum terlalu banyak maksiat (karena umurnya lebih muda), maka dia lebih baik daipada aku. Dan apabila engkau berjumpa dengan orang tua, hendaklah engkau berkata orang ini telah lama beribadah kepada Allah daripada aku. Apabila berjumpa dengan orang ‘alim, hendaknya engkau  berkata (dalam hati) dia telah diberi suatu pengetahuan yang aku belum memilikinya dan dia telah memperoleh sesuatu yang belum pernah aku peroleh dan dia juga mengerti apa yang aku tidak mengerti. Dia beramal dengan ilmunya (pastilah lebih diterima amalnya dari padaku). Apabila bertemu orang bodoh, hendaknya engkau berkata dia melakukan ma’siat karena kebodohannya, sedangkan aku melakukan ma’siat dengan ilmuku”.
Allah Swt, berfirman : “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-oang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman.” (QS.Asy-Syu’ara : 215)
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong..” (QS.Al-Israa’ : 37)
Sahabat Anas ra dikisahkan berjalan melalui anak-anak, dan ia memberikan salam kepada mereka kemudian ia berkata : “ Nabi saw juga melakukan yang  demikian.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Dari al- Aswad bin Yazid ra, ia bertanya kepada Aisyah ra : “Apakah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw di rumahnya? “ ,“ beliau mengerjakan pekerjaan rumah tangganya, kemudian jikalau datang waktu shalat, beliau keluar untuk mengerjakan shalat.” (HR.Bukhari)
Anas ra, berkata : “Adalah untanya Rasulullah bernama ‘Adhba’ , tidak pernah didahului atau hampir tidak dapat didahului. Tiba-tiba datanglah seorang badui duduk di atas kendaraan yang dinaikinya, kemudian mendahului unta Rasulullah  itu. Tindakan badui  itu dirasa keterlaluan  sekali oleh kaum muslimin. Setelah Rasulullah saw mengetahui kemudian bersabda : “merupakan hak Allah, bahwasanya tidaklah sesuatu dari keduniaan itu meninggi, melainkan pasti akan diturunkannya,” maksudnya bahwa harta atau kedudukan itu jikalau sudah mencapai ppuncak ketinggiannya dan tidak digunakan sebagaimana mestinya dengan tuntutan agama, pasti akan diturunkan kembali oleh Allah. (HR.Bukhari)

KEUTAMAAN  TAWADLU’
1.Diangkat derajatnya oleh Allah SWT dan terhindar dari sifat sombong
•Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Tidakkah sedekah itu akan mengurangi dari harta seseorang dan tidakkah Allah menambahkan seseorang itu dengan pengampunan melainkan ditambah pula kemuliannya. Dan tidakkah seseorang itu bertawadlu’ karena mengharapkan keridhaan Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajat orang itu.” (HR.muslim)
•Rasulullah Saw, bersabda : “Bertawadlu’lah kamu dan duduklah bersama orang-orang miskin niscaya kamu menjadi orang besar di sisi Allah dan terlepas dari sifat sombong.” (HR.Abu Nuaim)
2.Mendapatkan kenikmatan di negeri akhirat (surga)
•Allah swt, berfirman : “Negeri Akherat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Qashash : 83)
3.Terhindar dari kejahatan
•Rasulullah Saw, bersabda : “Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku, hendaknya engkau semua bersikap tawadlu’, sehingga tidak ada seorang yang membanggakan dirinya terhadap orang lain dan tidak ada pula seseorang yang menganiaya kepada orang lain.” (HR.Muslim)
4.Dicintai Allah swt
•Allah swt, berfirman dalam Hadits Qudsi : “aku mencintai 3 perkara, tetapi cinta-Ku kepada 3 perkara lain lebih kuat : Aku mencintai orang fakir yang rendah hati, tapi kecintaan-Ku lebih kuat kepada orang kaya yang rendah hati. Aku mencintai orang kaya yang pemurah, tetapi kecintaan-Ku kepada orang miskin yang pemurah, jauh lebih kuat. Aku mencintai orang tua yang taat, tetapi kecintaan-Ku lebih kuat kepada pemuda yang taat. Aku membenci 2 perkara, tetapi kebencian-Ku kepada 3 perkara lainnyalebih kuat lagi : Aku membenci orang kaya yang sombong, tetapi Aku lebih benci kepada orang miskin yang sombong. Aku membenci orang miskin yang Bakhil, tetapi kebencian-Ku terhadap orang kaya yang Bakhil, jauh lebih kuat. Aku membenci pemuda yang berbuat maksiat, tetapi kebencian-Ku lebih kuat kepada orang tua yang berbuat maksiat.
5.Merupakan sifat Nabi saw
•Dari Anas bin Malik ra, telah datang kepada Rasulullah saw, seorang lelakui seraya berkata : “Ya Muhammad! Wahai tuan kami dan putera dari tuan kami, yang terbaik di kalangan kami! “ Rasulllah menjawab : “ Wahai manusia, hendaklah kalian bertaqwa dan jangan membiarkan syaitan mempermainkan engkau. Sesungguhnya  aku adalah Muhammad bin Abdillah, hamba Allah dan Rasul-Nya; dan aku bersumpah kepada Allah bahwasanya aku tidak suka pada siapapun yang mengangkat kedudukanku melebihi apa yang telah Allah tentukan bagiku.” (HR.Ahmad)
•Dari Aisyah ra, ia berkata : “Rasulullah saw itu adalah manusia biasa, beliau menjahit bajunya sendiri, memerah sendiri susu dari kambingnya dan meletakkan sendiri sesuatu yang diingininya.” (HR.Turmudzi).
6.Akan mendapatkan pakaian kebesaran di Akherat
•Rasulullah saw bersabda :”barang siapa yang menanggalkan pakaian (mewah) karena tawadlu’ karena Allah, padahal ia mampu untuk (memakai)nya. Maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat dihadapan para mahkluk, kemudian menyuruhnya untuk memilih perhiasan iman manapun yang ia kehendaki.” (HR.Turmudzi,Ahmad dan Hakim)

BAHAYA SOMBONG
1.Dimurkai oleh Allah Swt
•Allah swt berfirman : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Lukman : 18)
2.Tidak dapat masuk surga
•Dari Haritsah bin Wahhab ra, Rasulullah Saw, bersabda : “Tidakkah aku memberitahukan kepadamu semua, siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah orang yang keras kepala, suka mengumpulkan harta tapi enggan membelanjakannya, juga bersikap sombong.” (HR.Bukhari dan Muslim)
•Rasulullah saw bersabda : “tidak akan masuk surge orang yang di dalam hatinya ada seberat atom (debu) dari kesombongan..” (HR.Muslim)
3.Tidak akan dipandang oleh Allah dengan pandangan rahmat di akhirat
•Abu Hurairah ra, berkata : “Ada 3 macam orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak pula menganggap mereka sebagai orang bersih, juga tidak hendak melihat mereka itu dan bahkan mereka akan memperoleh siksa yang pedih sekali, yaitu
-Orang tua pezinah,
-Pemimpin yang suka berbohong dan
-Orang miskin yang sombong
(HR.Muslim)

=========================================================================================

________________________________________________________________________________________
Robbana-1BAHTSUL MASAAIL
Ustadz M. Ridlwan Qoyyum Sa’id
Kirimkan Pertanyaan via SMS melalui HP 081216376212

1.Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya makan Sate Daging Kuda, apakah halal? (Huda – Pare – Kediri)
Jawab:
Halal,tetapi menurut Imam Abu Hanifah  dan Imam Auza’I hukumnya makruh
Referensi:
Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah Juz 6 Hal.2; Al-Bajuri Juz 2 hal.436

2.Pertanyaan:
Orang yang meninggal dunia karena minuman keras apakah masih wajib disholati?
Jawab:
Jika beragama Islam, maka tetap wajib dimandikan, dikafani,  disholati, dan dikuburkan.
Referensi:
Fathul Qorib al-Mujib

3.Pertanyaan:
Seorang pelayar atau sopir yang hampir setiap hari bepergian dalam  jarak qashr sholat, apakah masih diperbolehkan mengqashar sholat? (Imam – Prambon – Nganjuk).
Jawab:
Diperbolehkan, namun lebih utama itmaam (tidak mengqashar).
Referensi:
Hasyiyah al-Bajuri Juz 1 hal. 203

Leave a Reply