global.pesantren@yahoo.com

KIBR – TAKKABUR – UJUB Tanda Jiwa Sakit

Segala puji bagi Allah yang menjalankan segala urusan dengan pimpinan-Nya. Dia Yang mengatur makhluk. Yang menggerakkan perbaikan akhlaq, melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya. Dia Penguasa segala sesuatu Yang dicipta-Nya. Dia Maha Agung, Maha Kuasa, Yang dengan Kebesaran, Ketinggian, Kemuliaan, dan Kesombongan-Nya menunduk-rendahkan semua makhluk ciptaan-Nya. Kebesaran adalah kain-Nya (izar-Nya) dan kesombongan adalah selendang-Nya (rida’-Nya), maka barangsiapa yang ingin meraih kedua hal itu – kebesaran dan kesombongan – telah menantang-Nya untuk berperang.
Adalah  Iblis  makhluk Allah  di samping para malaikat yang senantiasa  bersujud dan mengingat Al-Khaliq, Sang Pencipta, Allah Azza wa Jalla. Namun ketika Allah menguji Iblis  dengan sebuah ujian, dengan bersujud menghormati makhluk ciptaan baru yang terbuat dari lempung, maka  bangkitlah  kesombongannya. Iblis  telah berbuat lancang ( id-lal) terhadap Sang Pencipta  dengan menolak titah-Nya, karena  merasa dirinya yang terbuat dari bahan api  lebih baik dan lebih terhormat dari makhluk yang terbuat dari bahan lempung. Perasaan merasa lebih baik itulah yang  kemudian melahirkan rasa sombong (takkabur) dan bangga diri  (ujub). Iblis mengira bahwa anggapannya yang menilai diri lebih baik dan lebih mulia daripada makhluk baru (Adam) yang terbuat dari tanah itu akan dibenarkan oleh  Allah. Namun pernyataan sepihaknya ’ana khoiru minhu’ yang didasari watak sombong dan bangga diri, ternyata  menyebabkan Allah murka.
Drama pembangkangan Iblis akibat kesombongan dan bangga dirinya itu dilukiskan dalam adegan perbantahan antara Iblis dan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raaf ayat 12-13 yang isinya sebagai berikut: Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika  Aku memerintahhmu?” (Iblis) menjawab : “Aku  lebih baik daripada dia.  Engkau  ciptakan aku  dari api sedangkan  dia Engkau  ciptakan dari tanah”.  (Allah) berfirman: “Turunlah kamu darinya ( surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah!Sesungguhnya kamu termasuk makhluk  yang hina”.
Perbuatan sombong (takkabur)  dan bangga diri (ujub) adalah perbuatan yang dihinakan Allah dan merupakan sesuatu yang keji yang dilakukan makhluk. Seseorang yang sudah menunjukkan watak sombong akan cenderung merendahkan orang lain, tidak menghargai orang lain, melakukan kedzaliman, tidak mau tersaingi, memuji-muji diri sendiri, minta dipuja-puji, mudah tersulut amarah jika merasa direndahkan, gampang menimbulkan perselisihan.   Allah sangat murka terhadap mahluk yang  sombong sebagaimana Dia murka terhadap  Iblis.
Kesombongan itu pangkalnya dari dalam  batin (Kibr). Dari  kesombongan dalam batin itulah kemudian termanifestasi menjadi kesombongan zhahir (Takabbur). Kibr adalah sifat seseorang  yang merasa bahwa dirinya lebih baik dari yang lain. Karena sifat itu selalu ingin memanifestasikan diri dengan memperlihatkan kelebihan dan kehebatannya, sehingga memunculkan tindakan-tindakan kesombongan zhahir yang disebut takkabur dan bangga diri (ujub). Dalam ranah kajian tasawuf, kibr digolongkan sebagai salah satu penyakit jiwa yang harus disembuhkan jika seseorang melakukan suluk (menempuh laku ruhani) menuju Allah, karena ujub (bangga diri) yang akut membawa ’ujub (takjub terhadap diri sendiri).
Sesungguhnya Allah SWT sangat mencela makhluk bersifat takkabur dan mencela orang-orang yang takkabur dengan ancaman diberi kesesatan dari Kebenaran sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raaf ayat 146 : ”Akan Aku belokkan dari ayat-ayatKu, orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi di luar Kebenaran.”
Allah SWT lebih tegas lagi menyatakan: ”Dia mencap (menutup) hati orang-orang yang sombong dan sewenang-wenang” (Q.S.Al-Mu’min:35). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang sombong (Q.S.An-Nahl:23). Sesungguhnya orang yang menyombongkan dirinya dari menyembah Aku, akan masuk neraka jahanam dengan kehinaan (Q.S.Al-Mu’min:60).
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Tiada akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi takkabur . Dan tiada akan masuk neraka orang yang di dalam hatinya, ada seberat biji sawi dari  iman” (Hadits Shahih Muslim). Saraqah bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Isi neraka itu setiap orang yang kasar, sombong, angkuh kepada teman-temannya, pengumpul harta dan tidak mau memberikan kepada yang berhak. Dan isi surga itu, orang-orang yang lemah, yang sedikit hartanya.” (Hadits Ahmad dan Baihaqi).
Muhammad bin Wasi’ menuturkan,”Aku masuk ke tempat Bilal bin Abi Bardah. Lalu aku berkata padanya,”Hai Bilal, sesungguhnya bapakmu menerangkan hadit kepadaku, dari ayahnya dari Nabi  Saw bahwa Nabi Saw bersabda: ”Sesungguhnya di dalam neraka jahannam, ada sebuah lembah yang bernama: Habbab. Allah berhak menempatkannya setiap orang yang sombong dan keras kepala (Hadits Abu Yu’la, Ath-Thabrani, dan Al-Hakim dari Abu Musa dengan isnad shahih).

1 Comment
  1. Great ˇV I should certainly pronounce, impressed with your site. I had no trouble navigating through all the tabs and related information ended up being truly simple to do to access. I recently found what I hoped for before you know it at all. Quite unusual. Is likely to appreciate it for those who add forums or something, web site theme . a tones way for your client to communicate. Excellent task..

Leave a Reply